Ingin Beralih dari WhatsApp, Pilih Signal atau Telegram?

Sebagian pengguna WhatsApp sudah mulai pindah ke aplikasi chat lain, misalnya Telegram dan Signal
Ingin Beralih dari WhatsApp, Pilih Signal atau Telegram

Sebab perubahan dalam Kebijakan Privasi sudah diumumkan, pengguna WhatsApp banyak yang mulai beralih ke aplikasi lain. Hal yang di permasalahkan akibat kebijakan baru ini ialah kerahasiaan privasi bagi para pengguna WhatsApp.

Sebaliknya, sebagian pengguna WhatsApp sudah mulai pindah ke aplikasi chat lain, misalnya Telegram dan Signal. Bukan tanpa alasan, hal ini mereka lakukan semata-mata ialah untuk menolak "pemaksaan" WhatsApp terkait Kebijakan Privasi barunya.

Pengguna baru pada aplikasi telegram dan signal diketahui telah mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil riset dari Sensor Tower, dalam dua hari belakangan, Telegram sudah didownload oleh lebih dari 2,2 juta orang baik untuk pengguna Android (Play Store) maupun iOS (App Store) .

Sedangkan, Signal sudah mulai dikenal semenjak CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk memberi anjuran terhadap para followers nya untuk mulai beralih ke Signal. Namun, mana yang harus dipilih antara kedua aplikasi tersebut? Berikut ini kami kutip laporan yang telah diterbitkan oleh Cyber News untuk memberikan jawabannya.

Signal vs Telegram, mana yang harus Saya pilih?...

Keamanan Privasi (Fitur Enkripsi)

Berdasarkan Cyber News, Signal merupakan alternatif terbaik selain telegram karena alasan yang simpel: Secara default, Telegram relatif tidak aman. Signal dan Telegram sebenarnya sama-sama menggunakan enkripsi yang amat aman untuk melindungi percakapan penggunanya dari orang lain. Namun diantara keduanya, cuma Signal yang menyalakan perlindungan enkripsi secara default.

Sedangkan jika pengguna ingin menggunakan fitur enkripsi di Telegram, hal tersebut harus diaktifkan secara manual. Karena itulah hal ini menjadi kekurangan dari aplikasi Telegram, sebab cuma sejumlah kecil pengguna yang mengerti cara mengubah setingan pada aplikasi tersebut.

Hal tersebut juga berbanding terbalik dengan WhatsApp yang telah mengaktifkan fitur enkripsi serupa secara default, hingga relatif lebih aman ketimbang telegram karena fitur enkripnya telah diterapkan tanpa perlu merubah menu pengaturan.

Walau begitu, sebenarnya Telegram juga mempunyai fitur Secret Chat yang mampu mengenkripsi dan menghapus pesan secara otomatis. Jadi bagi para pengguna Telegram yang khawatir isi pesannya diketahui orang lain bisa memakai fitur yang satu ini.

Celah Keamanan

Perlu diingat, meskipun terdapat fitur enkripsi, namun semua aplikasi tersebut masih mempunyai celah keamanan masing-masing. Hal ini dapat terjadi pada hampir semua aplikasi, apabila sampai terjadi maka kebocan data pengguna tak akan bisa dihindari.

Contohnya WhatsApp yang pernah menjadi incaran spyware Pegasus untuk bisa memata-matai penggunanya. Bug pada Telegram juga telah membuat nomor telepon pengguna di Hong Kong diketahui oleh pemerintah Cina. Selain itu, Signal pernah mempunyai permasalahan yang membuat orang lain bisa mengetahui percakapan penggunanya.

Akhir kata, apapun aplikasi yang akan Anda pilih, pastikan mempunyai fitur yang cocok dengan keperluan dan ruang lingkup pertemanan. Jangan lupa mengubah pengaturan untuk mengaktifkan preferensi keamanan yang sesuai.